Jalur Trans Sulawesi di Desa Ini Hancur

Berita, Kolaka Utara2250 Views

TOPIKSULTRA.COM, LASUSUA — Jalur Trans Sulawesi yang berada tepat di Desa Loka Kecamatan Tolala, Kolaka Utara (Kolut), semakin hancur. Kerusakan tersebut diperparah tingginya curah hujan sejak beberapa bulan ini.

Sekretaris BPD Desa Loka, Rijelaeni (38) mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir ini. Penyebabnya karena tingginya intensitas hujan sehingga air meluber ke jalan, mengakibatkan beberapa ruas jalan berlubang.

“Kerusakannya sudah merata mulai dari batas Desa Larui hingga ujung Kecamatan Tolala,” katanya kepada TOPIKSULTRA.COM, Rabu, (11/8/2021).

Bagi warga Desa Loka, jalur trans meruakan satu-satunya akses yang bisa dilewati masyarakat, baik saat hendak ke kebun maupun saat hendak ke kecamatan Porehu dan Tolala.

Menurutnya, kerusakan jalan trans menghambat lalu lintas angkutan pengangkut logistik sembako yang akan diantar masuk atau keluar dari Desa Loka. “Angkutan yang masih terbilang aman untuk keluar masuk, yakni hardtop dan truk, kalau mobil kecil menderita, ” ujarnya.

Akibat kondisi jalan tersebut, juga berpengaruh pada melambungnya harga sembako. “Beras 50 kg harganya berkisar Rp600 ribu sampai Rp700 ribu, ” tuturnya.

Menurut Rijaelani, yang menyedihkan ketika ada warga yang sakit atau ibu hamil yang akan dirujuk ke Puskesmas, terpaksa diangkut dengan mobil hardtop atau truk. “Karena kalau menggunakan mobil kecil, butuh waktu lama bisa tembus, ” katanya.

Sebaliknya, warga Desa Loka yang akan bepergian ke Sulsel, terpaksa harus diantar dengan sepeda motor atau mobil Hardtop menuju Desa Larui. “Nanti di Desa Larui baru naik mobil angkutan umum,” ujarnya.

Pengurus Badko HMI Sultra, Haeruddin, yang pada tanggal 6 sampai 8 Agustus, mengunjungi Desa Loka dan Larui bersama relawan Jariku, dalam agenda belajar dan bermain bersama siswa SD dan SMP, serta sosialisasi pentingnya perpustakaan, UU kekerasan terhadap perempuan dan pentingnya destinasi wisata alam yang ada di desa tersebut.

“Capek dan prihatin dengan kondisi jalan trans menuju dua desa tersebut,” katanya.

Ia berharap, pemerintah provinsi segera memberi perhatian, karena imbasnya sangat berpengaruh terhadap mobilisasi logistik dan perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

Laporan : Ahmar

Comment