Ramadan di Tengah Pandemi, Satpol PP Kolut Gencar Operasi Yustisi

banner 468x60

LASUSUA, TOPIKSULTRA.COM — Ramadan 2021 ini masih  dibayangi pandemi Covid-19. Bedanya, aktivitas warga pada ramadan ini sudah dibolehkan dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Guna menjamin ketertiban dan kenyamanan terlaksananya ibadah di bulan suci ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kolaka Utara, gencar menggelar operasi yustisi dan memantau pelaksanaan salat tarwih di sejumlah masjid di wilayah Kolaka Utara.

Kasat Pol PP Kolut, Ramang, mengatakan operasi yustisi yang dilakukan pihaknya bersama unsur TNI-Polri, sebagai upaya penegakan peraturan bupati nomor 25 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. “Kita fokus pada operasi yustisi pengunaan masker, cuci tangan serta jaga jarak. Ini kita lakukan setiap hari dan tidak mengenal hari libur,” katanya kepada topiksultra.com, Selasa,(19/4/2021), di ruang kerjanya.

Selain di masjid, Pol PP bersama unsur TNI-Polri juga menggelar rasia di beberapa ruas jalan khususnya di persimpagan jalan yang padat dilalui pengendara seperti jalan By Pass Lasusua.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setkab Kolut ini menegaskan, Pol PP merupakan perangkat daerah yang bertugas menegakkan pelaksanaan peraturan daerah maupun peraturan bupati. “Untuk di masjid, kami menempatkan setiap anggota SatPol PP,”katanya.

Untuk memudahkan jangkauan, setiap personil Pol PP yang ada di kecamatan, di tempatkan di beberapa masjid yang tingkat kepadatan jemaahnya sangat tinggi.

“Kehadiran anggota kami di lapangan, untuk mengingatkan dan menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi prokes Covid-19, utamanya pakai masker, dan jaga jarak dalam melaksanakan salat di masjid,” ujarnya.

Ramang berharap, semua pihak bisa saling menghormati dan menghargai dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman pelaksanaan ibadah suci ramadan. “Aturan dibuat pemerintah untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan untuk
kepentingan pribadi atau golongan,” tuturya.

Laporan: Ahmar

Editor