RS Bahteramas Diterpa Isu Hoax, Dirut: Dokter dan Perawat Juga Manusia yang Harus Diselamatkan

banner 468x60

KENDARI,TOPIKSULTRA.COM — Isu hoax menerpa Rumah Sakit Bahteramas (RSB) Provinsi Sulawesi Tenggara. Isu yang beredar melalui media sosial menyebutkan adanya pemogokan pegawai RSB.

Plt Direktur Rumah Sakit Bahteramas (RSB) Sjarif Subiakto membantah informasi yang beredar tersebut. “Aksi mogok pelayanan kalangan dokter dan perawat sebagaimana beredar di publik tidak benar atau hoax,” katanya kepada wartawan, Sabtu (21/3/2020).

Ia menyebut Pihak yang menyebarkan informasi pemogokan adalah oknum yang tidak bertanggungjawab. “pelayanan berjalan normal seperti biasa,” katanya.

Sjarif menegaskan dokter dan perawat juga manusia yang nyawanya harus diselamatkan. “Saya memiliki nurani dan tanggungjawab untuk menyelamatkan nyawa anak buah saya. Dokter dan perawat bekerja untuk kemanusiaan tetapi jangan sampai konyol,” ujarnya.

Sjarif menduga, munculnya kabar pemogokan karena suasana di RSB saat ini tidak seramai seperti biasanya, sehingga inilah yang kemudian dibesar-besarkan.

Menurutnya, dengan adanya kasus Covid-19, manajemen RS Bahteramas melakukan terobosan dengan membagi dua IGD, yakni IGD lama untuk pelayanan Covid-19 sedangkan IGD pelayanan non Covid-19 atau pelayanan IGD umum berada di gedung kebidanan. Terobosan ini dilakukan semata-mata untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Masalah personel dokter dan perawat diatur sedemikian rupa sehingga pelayanan berjalan terus,” katanya.

Setiap grup di IGD Covid-19 ditugaskan seorang dokter dan 4 sampai 6 orang perawat sehingga kelihatan sepi dibandingkan sebelumnya.

“Dengan adanya IGD non Covid-19 dan IGD Covid maka suasana seperti orang berpasar tidak ditemukan lagi. IGD Covid-19 sepi karena orang-orang ketakutan. Inilah yang dibesar-besarkan bahwa terjadi pemogokan pelayanan,” tambah Sjarif.

Perlu diketahui, kata dia, sebanyak 35 orang yang terdiri dari 3 dokter dan 31 perawat untuk sementara menjalani isolasi.

Kenapa mereka menjalani isolasi? Karena dicurigai terpapar virus Corona saat melayani tiga orang yang saat ini dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

Jadi, begini. Saat tiga orang masuk RS Bahteramas melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) langsung mendapat pelayanan dokter dab perawat saat itu.

Seandainya tiga orang pasien membawa rujukan dari kantor kesehatan pelabuhan, bandara atau rumah sakit/puskesmas dengan kecurigaan virus Corona pasti melalui ruang isolasi yang telah disiapkan.

“Ya, dokter dan perawat pasti sigap melayani seseorang atau pasien yang masuk melalui IGD. Saat itulah 35 petugas RS Bahteramas terjadi kontak dengan tiga orang belakangan dinyatakan positif Covid-19,” urai Sjarif.

Dalam keadaan yang demikian itu maka harus ada tindakan penyelamatan bagi 35 dokter dan perawat yang dicurigai terpapar Virus Corona.

Langkah-langkah yang diambil adalah mengisolasi mereka di VVIP RS Bahteramas dan sebagian lagi diisiolasi di rumah masing-masing.

Isolasi selama 14 hari sebagaimana protokol penanganan diberikan obat-obatan, anti biotik dan vitamin peningkatan daya tahan tubuh.

Untuk evaluasi selama 14 hari diperlukan pemeriksaan “swab tenggorokan namun Dinas Kesehatan yang diberi amanah mengalami kekurangan bahan.

“Kami mohon “swab” tenggorokan dapat dipercepat untuk mengetahui hasilnya, apakah negatif atau positif. Kalau negatif segera dipulangkan ke rumah masing-masing dan memberikan semangat keyakinan dalam bekerja,” ujarnya.

Laporan : Hendriansyah

Editor

Comment