Kwarda Pramuka Sultra Fokus pada Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan melalui Workshop Pengelolaan Sampah

Berita, Kendari406 Views

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara menggelar Workshop Pengelolaan Sampah sebagai upaya mendorong peran Pramuka dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian organisasi. Kegiatan tersebut dibuka di Aula Hotel Athaya Kendari, Senin (22/12/2025).

Workshop ini secara resmi dibuka oleh Ketua Kwarda Sultra, yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk Gerakan Pramuka.

Asrun Lio menilai bahwa Pramuka memiliki posisi strategis sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis edukasi, kreativitas, dan keberlanjutan. Sampah, menurutnya, tidak semata menjadi beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

“Pramuka harus menjadi pelopor dalam memilah dan mengelola sampah, mulai dari gugus depan hingga kwartir. Dengan kreativitas dan teknologi, sampah bisa memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, workshop ini merupakan tindak lanjut dari studi pengelolaan sampah di Banyumas dan Yogyakarta yang dilakukan Kwarda Sultra. Hasil studi tersebut diharapkan dapat diimplementasikan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri di lingkungan Pramuka Sulawesi Tenggara.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga diarahkan agar memiliki nilai ekonomis, seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos atau maggot, serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bernilai jual.

“Kemandirian adalah jiwa Gerakan Pramuka. Unit pengelolaan sampah yang produktif dapat menjadi sumber pembiayaan organisasi sekaligus sarana pendidikan kewirausahaan bagi anggota,” tambahnya.

Asrun Lio juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti workshop ini dengan serius dan merumuskan rencana aksi yang dapat diterapkan di pangkalan masing-masing. Sinergi antara Kwarda, Kwarcab, dan gugus depan dinilai sebagai kunci keberhasilan program ini.

Laporan: Shandra

Comment