TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bersama Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Bundaran Suawindu, Lasusua, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, serta dihadiri Ketua TP PKK Kolaka Utara Dra. Hj. A. Nurhayani Nurrahman, unsur Forkopimda, staf ahli, para asisten, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, dan anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dalam sambutannya, H. Jumarding menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari gerakan serentak nasional yang dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota secara hybrid, baik luring maupun daring.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah merespons gejolak kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng.
“Gerakan pangan murah ini adalah salah satu instrumen strategis pengendalian inflasi daerah. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap kecenderungan kenaikan harga komoditas.
“Kita melihat adanya kenaikan harga sejumlah komoditas. Karena itu pemerintah harus hadir. Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” katanya.
Jumarding juga menekankan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan harus memberi dampak langsung.
“Tujuan kita jelas, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Jangan sampai menjelang hari besar keagamaan masyarakat terbebani lonjakan harga,” ucapnya.
Ia mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan yang dinilai konsisten melaksanakan GPM di berbagai kecamatan.
“Ini bukti pemerintah daerah responsif terhadap kondisi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk TPID dan OPD terkait, memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.
“Pengendalian inflasi bukan hanya tugas satu dinas. Koordinasi harus diperkuat agar pasokan aman dan harga tetap terkendali,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat Kolaka Utara merasa aman dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Pemerintah akan terus hadir dan bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kolaka Utara, Bakri, S.Km., menjelaskan GPM merupakan tindak lanjut surat Badan Pangan Nasional Nomor: 142/TS.02.02/B.2/02/2026 tentang Partisipasi Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional Menjelang HBKN Tahun 2026 sekaligus persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.
“Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan di Lasusua, sejumlah komoditas dijual dengan harga terjangkau, antara lain:
-
Beras SPHP 4 ton seharga Rp60.000/5 kg
-
Beras Anoa Sultra (premium) 2 ton seharga Rp62.000/5 kg
-
Gula pasir 200 kg seharga Rp11.500/kg
-
Minyak goreng 200 liter seharga Rp16.500/liter
-
Telur ayam ras 200 rak seharga Rp51.000/rak
Bakri menambahkan, sejak Juli 2025 hingga Februari 2026 pihaknya telah melaksanakan GPM sebanyak 23 kali di sembilan kecamatan. Dalam periode tersebut tersalurkan 36 ton beras, 2 ton gula pasir, 556 liter minyak goreng, dan 750 rak telur ayam.
“Berdasarkan pemantauan, kegiatan ini berdampak positif terhadap stabilitas harga pangan dan membantu menjaga daya beli masyarakat. Selanjutnya GPM akan dilaksanakan di Kecamatan Batu Putih pada 14 Februari 2026 dan Kecamatan Ngapa pada 16 Februari 2026,” tuturnya.
Laporan: Ahmar




















Comment