Gubernur Sultra “Salut” Atas Kegiatan Kastor di Kendari

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ali Mazi diwakili Asisten I Bidang Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sultra, Suharno mengapresiasi serta mendukung kegiatan KASTOR yang telah mempererat kerukunan dalam hubungan kemasyarakatan di Sultra.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya tatkala menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun Organisasi Masyarakat (Ormas) Toraja Kota Kendari Kasiturusanna Sang Torayan (KASTOR) yang Ke 59 Tahun di Jalan Cempaka Putih Kel. Wua Wua pada Sabtu (29/4/2023) lalu.

“Kami selaku perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat menghargai dan mendukung penuh dalam kegiatan yang dapat mempererat persaudaraan antar masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Suharno menyampaikan bahwa sejak berdiri nya, KASTOR terus mengembangkan diri dan menjadi salah satu organisasi adat yang memiliki pengaruh kuat dalam mempertahankan keberadaan budaya dan adat istiadat masyarakat Toraja di Kota Kendari,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Toraja dan juga selaku Ketua Kadin Sultra Anton Timbang yang menjadi tuan rumah menyampaikan ungkapan syukur atas peringatan HUT KASTOR ke-59 tahun.

“Ada syukur dan puji Tuhan senantiasa kita hadirkan dalam hati kita, hingga acara HUT KASTOR yang ke-59 sekaligus dirangkaikan dengan syukuran rumah adat Tongkonan Ida dapat kita laksanakan dengan penuh hikmat,” ungkap pria yang biasa disapa AT ini, Sabtu (29/4/2013) lalu.

Anton juga menyampaikan bahwa KASTOR atau Kasiturusanna Sang Torayan artinya kami keturunan masyarakat Toraja adalah organisasi masyarakat Toraja di perantauan.

“Organisasi ini tersebar di seluruh Indonesia bahkan diluar negeri dengan struktur pengurus yang jelas. KASTOR wadah silahturahmi yang menghimpun berbagai kegiatan masyarakat Toraja,” ujarnya.

Lebih lanjut AT menyampaikan bahwa saat ini kita merayakan 59 tahun KASTOR di Kota Kendari yang juga dirangkaikan dengan syukuran pembangunan rumah adat Tongkonan Toraja dikediaman kami.

“Rumah adat Tongkonan memiliki filosofi Aluk Todolo yang menggambarkan seluk beluk kejadian alam semesta dan pranata-pranata yang mengatur kehidupan masyarakat Toraja. Filosofi inilah yang dijunjung tinggi sehingga masyarakat Toraja dapat membaur dan hidup harmonis, sehingga dapat diterima dalam lingkungan masyarakat dimanapun berada,” terang Anton Timbang.

Untuk diketahui, peringatan yang sangat meriah tersebut, selain ddihadiri masyarakat sekitar, juga dihadiri Anggota DPR RI Tina Nur Alam, Sekda Kota Kendari Ridwansyah Taridala, Kepala Kantor Kemenkumham Sultra Silvester Sili Laba, Sesepuh keluarga besar Toraja di Sultra, Tokoh Masyarakat, Masyarakat Toraja, serta Ketua dan Pengurus KASTOR Prov.Sultra/ Kabupaten dan Kota.

Laporan: Novrizal R Topa

Editor

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment