Pj. Bupati Kolut Bawa Angin Segar, Usulkan Pembuatan Tambat Labuh

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Nelayan yang ada di Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha, patut mengangkat topi karena Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, Parinringi telah melakukan pengusulan anggaran untuk pembangunan tambat labuh perahu para nelayan yang terdampak pembangunan bandara.

Parinringi mengatakan pengusulan anggaran tersebut telah disampaikan oleh Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kolaka Utara.

“Kemarin Kadis Perikanan dan Kelautan sudah datang menyampaikan kepada saya untuk itu mudah-mudahan sudah bisa terakomodir pada tahun anggaran 2023,” kata Paringin kepada wartawan di kantor DPPKB.Senin (10/10/2022)

Dijelaskannya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan kunjungan ke lokasi Bandara sekaligus meninjau lokasi Persiapan pembangunan tambat labuh untuk perahu para nelayan yang ada di Desa Lametuna Kecamatan Kodeoha.

“Dalam waktu dekat ini kita kesana meninjau lokasi persiapan tambat labuh untuk perahu para nelayan,” terangnya.

Parinringi mengaku saat ini pihaknya fokus membenahi program yang belum diselesaikan oleh Bupati yang lalu terutama lokasi persiapan pembangunan bandara dan smelter.

“Kita fokus dulu pada dua pokok permasalahan ini yakni bandara dan smelter agar cepat terealisasi,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kolaka Utara, Muhsin SE membenarkan bahwa sejak dirinya dilantik, langsung melakukan pengukuran dan pembuatan proposal pembangunan tambat labuh untuk perahu para nelayan di Desa Lametuna ke Dinas Provinsi terkait untuk anggaran tahun 2023.

“Karena untuk anggaran pembangunan tambat labuh bukan lagi kewenangan Kabupaten, sudah kewenangan Provinsi sehingga kami langsung membawa Proposal tersebut ke dinas terkait di Provinsi,” ungkapnya.

Muhsin berharap kepada pihak Dinas Provinsi untuk merealisasikan anggaran tersebut tahun depan. Apabila tidak terealisasi maka para nelayan akan mengalami dampak kerusakan perahu oleh ombak dan angin kencang.

” Apalagi saat ini memasuki bulan Oktober, fase cuaca tak menentu,” ucapnya.

Laporan: Ahmar

Comment