TOPIKSULTRA.CCM, KENDARI – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, menggelar apel Siaga SAR khusus Lebaran tahun 2023 di Pelataran KPP Kendari. Jumat (14/4/2023).
Kegiatan siaga SAR khusus Lebaran kali ini berlangsung sejak tanggal 13 April (H-9) hingga 3 Mei 2023 (H+11) mendatang. Selain siagakan personil dan alat angkutan utama (Alut), juga memantau titik simpul pemudik.
Plt Basarnas Kendari Rudi menyampaikan, tujuan dari pelaksanaan Siaga SAR khusus Lebaran Tahun 2023 adalah terwujudnya pelayanan SAR yang profesional, sinergi dan militan dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Dikatakan Rudi, kalau sebelumnya, Kamis 13 April 2023 telah dilaksanakan Apel Pembukaan Siaga SAR Khusus Lebaran secara daring oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.
Dalam apel tersebut, Rudi membacakan arahan Ka Basarnas yang menyampaikan agar setiap personil mewaspadai titik-titik simpul kemacetan lalu-lintas, sebagai upaya deteksi dini jika terjadi kedaruratan luar biasa menimpa pemudik.
“Tempatkan kapal atau Alut air di lokasi-lokasi startegis di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan, dan bekerja sama dengan otoritas pelabuhan, aktif mensosialisasikan serta memonitor keselamatan penumpang kapal,” ucap Rudi membacakan sambutan Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.
Di akhir sambutannya Kabasarnas menekankan kepada seluruh personil untuk menjaga profesionalisme dan sinergisitas yang baik dengan seluruh Potensi SAR dalam melaksanakan Siaga SAR Khusus, serta utamakan kesehatan dan keselamatan.
Lebih lanjut Rudi menyampaikan, pada tahun ini diperkirakan terdapat 123,8 juta warga masyarakat yang akan melaksanakan aktifitas perjalanan mudik ke kampung halaman dengan moda transportasi darat, laut, dan udara. Jumlah pemudik ini meningkat sebesar 44,79 % dibanding lebaran pada tahun sebelumnya.
Kemudian disisi lain, BMKG memperkirakan masih akan terdapat curah hujan dan gelombang tinggi dibeberapa wilayah di Indonesia yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan angin kencang di sepanjang rute mudik.
“Kedua faktor di atas akan berdampak akan adanya resiko kondisi membahayakan jiwa,” ucap Rudi.
Olehnya itu Rudi bilang, selama masa angkutan Lebaran, Basarnas akan menempatkan personil dan peralatan utama (Alut) di lokasi-lokasi strategis yang rawan kecelakaan dan bencana, bersinergi dengan Kementerian serta Lembaga terkait.
“KPP Kendari sendiri mempersiapkan 122 personil,” ungkap Rudi.
Rudi menyampaikan, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 19 -21 April 2023 sedangkan puncak arus balik gelombang pertama diperkirakan pada tanggal 24-25 April 2023, dan gelombang kedua pada tanggal 30 April- 1 Mei 2023.
Sedangkan untuk pantauan Siaga SAR Khusus Lebaran Tahun 2023 ini, Rudi merinci berada pada pelabuhan Nusantara, pelabuhan wanci, pelabuhan Wawonii, pelabuhan torobulu, pelabuhan murhum, pelabuhan Raha, pelabuhan penyebrangan Kolaka-Bajoe, bandara Haluoleo, bandara Betoambari, bandara Matahora serta Terminal Angkutan darat.
“Bahkan tempat wisata yang berlokasi di Kendari, Kolaka, Baubau, Wakatobi, Luwu Timur, Konawe Utara dan Muna, juga masuk dalam pantauan,” ungkap Rudi.
Laporan: Novrizal R Topa

















Comment