Bupati Konut Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Huntap Bagi Korban Banjir

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KONAWE UTARA – Sebanyak 625 unit rumah Hunian Tetap (Huntap) berukuran 5 x 11 meter siap berdiri diatas tanah berukuran 8 x 11 meter persegi tersebar di 14 Desa dari 6 Kecamatan telah dimulai Pembangunannya secara serentak dan berkelanjutan.

Melalui Anggaran Dana Hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) dari BNPB kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebesar Rp.53 Miliar

Pembangunan awal Huntap tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Konawe Utara, Dr.Ir.H.Ruksamin, ST.M.Si. IPU Asean Eng sekitar pukul.16.00 wita di Desa Puusuli Kecamatan Andowia sebanyak 95 unit rumah dibangun diatas lahan seluas 2 Hektar.

Peletakan batu pertama disaksikan langsung General Manager PT. Tata Logam Lestari Krisnadewanti, Forkopimda Konut, Kepada OPD, Camat Andowia, Selasa (18/7/2023)

Bupati Konawe Utara, H.Ruksamin mengatakan, peletakan batu pertama ini sebagai tanda dimulainya pembangunan Huntap bagi warga korban bencana banjir tahun 2019 lalu yang tersebar di 14 Desa dari 6 Kecamatan se – Kabupaten Konawe Utara.

Dikatakan, jumlah rumah yang akan dibangun sebanyak 625 unit terbagi di 14 Desa dari 6 Kecamatan termasuk Desa Puusuli sebanyak 95 unit untuk 95 Kepala Keluarga (KK).

“Biaya pembangunan satu unit rumah ini sebesar Rp. 50 juta ” ujar H.Ruksamin kepada Wartawan saat diwawancarai usai melakukan peletakan batu pertama.Selasa (18/7/2023)

Lebih lanjut, H.Ruksamin mengatakan, target penyelesaian pembangunan Huntap harus selesai pada bulan Desember tahun 2023 mendatang.

“Kita targetkan tahun 2023 ini tahap pembangunannya harus selesai dikerjakan oleh pihak rekanan PT.Tata Logam Lestari,” katanya

Menurut, H.Ruksamin, pembangunan Huntap merupakan perjuangan yang panjang sejak 2019 pasca banjir bandang yang melanda Wilayah Konawe Utara. Pemerintah dan masyarakat berupaya semaksimal mungkin untuk pembangunan Huntap

“Alhamdulilah melalui usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke pemerintah Pusat telah disetujui alokosi anggarannnya sebesar 53 miliar, meliputi pembangunan Huntap 31, 5 miliyar dan 21,5 M untuk pembangunan jembatan dan infrastruktur jalan yang rusak,” rincinya.

H. Ruksamin mengungkapkan, jumlah penerima Huntap diusulkan Pemkab sebanyak 840 Kepala Keluarga, namun yang disetujui Pemerintah Pusat sebanyak 625 unit dan sisanya akan diprogramkan oleh Pemerintah Kabupaten.

“Penetapan jumlah penerima Huntap yang disetujui sepenuhnya adalah kewenangan Pemerintah Pusat berdasarkan hasil verifikasi penerima bantuan dari BPBD Konawe Utara,” terangnya.

H.Ruksamin menyebut, banyak kendala yang dihadapi termasuk ketersediaan lahan pembangunan Huntap dan harus dibebaskan untuk mewujudkan semua itu perlu adanya sebuah komitmen.

“Sebagai bentuk komitmen kami telah merealisasikan anggaran APBD kurang lebih 20 Milyar diluar anggaran pusat untuk pembebasan lahan,” bebernya.

Menurutnya, lokasi tempat berdirinya Huntap ini milik Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.

“Setelah selesai semua pembangunan Rumah Hunian Tetap akan diterbitkan sertifikat tanahnya dan kita bagikan kepada semua pemilik rumah Huntap,” ujarnya.

Sertifkat ini, lanjut Koordinator MW Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sultra, tidak boleh dipindah tangankan kepada orang lain. Apabila ditemukan maka Pemkab akan manarik sertifikat tanah tersebut. “Dalam prosesnya tidak ada namanya pungli, apabila ditemukan akan diberikan sanksi keras kepada pelakunya,” tandasnya.

Menurut, Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sulawesi Tenggara ini pada bulan Oktober 2023 mendatang BNPB dan kemitraan terkait akan kembali berkunjung untuk melakukan peninjauan pada lokasi huntap.

“Saya mengajak pada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk sama sama mendukung percepatan pembangunan Huntap,” tutupnya.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment