Diangnosa DBD Terhadap ODP Covid-19 di Bombana Tidak Benar

banner 468x60

BOMBANA,TOPIKSULTRA.COM — Juru bicara satgas penanganan dan pencegahan Covid-19 (Virus Corona),dr. Sunandar membantah pemberitaan yang mengabarkan pasien ODP covid 19 asal Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana yang sudah di pulangkan tersebut mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Ahh bukan DBD. Pasien ODP Covid-19 yang sudah dipulangkan itu hanya infeksi paru-paru ringan, ISPA biasa,” ucapnya kepada TOPIKSULTRA.com saat di temui di Kantor Bupati Bombana, Kamis (19/3/2020).

Hasil itu resmi berdasarkan pemeriksaan laboratorium dan rontgen yang dilakukan dokter spesialis di RSUD setempat pada Rabu malam terhadap ODP, dan hasilnya tidak menunjukkan gejala infeksi terhadap virus.

“Olehnya dokter yang memeriksa tidak melakukan rawat inap pada pasien. Justru sekarang statusnya turun dari PDP menjadi ODP,” terangnya.

Terhitung sejak dipulangkannya pada Rabu (18/03) kemarin, hingga 14 hari kedepan, ODP tersebut masih tetap dalam pengawasan Satgas, khususnya bagi pihak Puskesmas Rarowatu.

“Kita lakukan karantina mandiri di rumahnya. Kondisinya saya sudah cek barusan di Puskesmas Rarowatu, sudah semakin membaik,” katanya.

Dijelaskan hingga kini, Kamis, 19 Maret 2020, status ODP Covid-19 di Bombana bertambah menjadi 14 orang dan tidak terdapat ODP positif Covid-19.

“Kemarin masih 6 (orang). Termasuk pasien yang sempat diperiksa di rumah sakit, kemarin,” ucapnya.

Meski demikian, Sunandar bilang, masyarakat tidak mesti panik. Hal itu bisa diantisipasi dengan cara tetap menjaga kebugaran badan, perbanyak minum air putih, konsumsi makanan yang sehat dan berimbang, serta berperilaku hidup sehat, utamanya sering mencuci tangan.

“Karena ini adalah virus. Jangan selalu menyentuh, mulut, muka (area wajah), dengan tangan yang tidak steril, kemudian apabila menderita gejala flu batuk, pada saat berinteraksi dengan orang luar harus menggunakan masker, dan jarak berbicara minimal satu meter,” urainya.

Laporan: Refli

Editor

Comment