Waspadai Kasus Gagal Ginjal Anak, Dinkes Kolut Lakukan Sidak di Apotek dan Toko Obat

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara mendatangi 12 Apotek dan Toko Obat dalam kota Lasusua untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap jenis obat Sirup yang diduga penyebab kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau Acute Kidney Injuries (AKI).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara, Irham, SKM mengatakan setelah pihaknya menerima surat tembusan dari Kementerian Kesehatan dan surat himbauan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait pelarangan peredaran beberapa jenis obat sirup untuk anak, pihaknya segera membentuk tim untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Dan kami langsung membuat surat edaran ke semua Kepala Puskesmas, Direktur Rumah Sakit, Apotek dan Toko Obat serta sarana kesehatan lainnya agar untuk sementara menghentikan penjualan obat sirup yang dimaksud,” ujar Irham kepada topiksultra.com saat ditemui dikantornya. Selasa (25/10/2022)

Irham mengaku, Isi surat edaran yang dibuat pihaknya adalah berupa himbauan untuk sementara tidak mengedarkan beberapa jenis obat sirup.

“Hari ini kita melakukan Sidak di 12 Apotek dan Toko Obat yang ada di kota Lasusua sekaligus meminta data obat sirup yang tersedia, sebab beberapa barang masih ada tersimpan di sarana pelayanan kesehatan dan itu kita mau lihat seperti bagaimana perkembangannya di lapangan, baik jumlah maupun jenisnya,” imbuhnya.

Menurut Irham, apakah mereka mematuhi surat himbauan kami atau tidak karena sebagaimana kita ketahui masih ada stok tersedia dengan stok penyediaan akhir.

“Himbauan ini harus betul-betul kita laksanakan dan tanggap serta harus siap karena tidak mungkin para pimpinan melakukan sesuatu kalau tidak ada referensi yang mendasar,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengatakan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh semua tim dari Kesehatan sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus gagal ginjal pada anak di Kolaka Utara.

“Saat ini kami belum bisa pastikan jenis obat sirup yang boleh dikonsumsi dengan tidak, kita masih menunggu hasil dari BPOM,” katanya

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara, APT. Indah Mutia S.Farm M.Kes mengungkapkan kegiatan hari ini mengutamakan dulu apotek dan toko obat dalam kota Lasusua karena jumlahnya ada 12.

“Yang kami lakukan saat mendatangi setiap apotek dan toko obat adalah pengawasan dan memeriksa jenis obat sirup sesuai dengan surat edaran dari kementerian kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” bebernya

Menurutnya, ada beberapa jenis obat sirup yang sudah dinyatakan aman dan masih ada juga sementara pemeriksaan oleh BPOM.

“Dari sejumlah apotek yang sudah kami datangi, beberapa apotek ditemukan masih menyimpan jenis obat sirup ini, akan tetapi mereka sudah tidak memajang untuk diperjual belikan itu artinya mereka sudah mengikuti instruksi menteri kesehatan,” ucapnya

Menurutnya, jenis obat Sirup ini sudah diamankan kedalam kardus untuk dikembalikan ke pabrik karena pihak pabrik sendiri siap menerima kembali.

“Setelah selesai dalam kota Lasusua baru kami ke kecamatan lain yang ada apotek dan toko obatnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan,” pungkasnya.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment