TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Kabupaten Buton Utara (Butur) baru saja selesai memperingati hari ulang tahun atau HUTnya yang ke 16 Tahun pada Tanggal 2 Juli 2023.
Kabupaten Butur sendiri terbentuk pada Tahun 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Buton Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Undang-undang tersebut disahkan dan diundangkan pada 2 Januari 2007. Namun HUT Butur tidak diperingati pada setiap 2 Januari, melainkan 2 Juli
Salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Butur, Jumsir Lambau mengatakan, saat diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 pada 2 Januari 2007 silam, tidak ada momentum apa-apa di hari itu, melainkan hanya peristiwa administrasi biasa.
Dikatakan, pembahasan undang-undang pembentukan Kabupaten Butur itu pada Desember 2006. Dibahas oleh DPR RI, di situ ditetapkan.
Setelah penetapan undang-undang di DRR RI, lalu diusulkan ke presiden untuk diundangkan.
“Kalau pengundangan ini hanya penandatanganan biasa saja. Hanya peristiwa administrasi sebenarnya, jadi tidak ada suasana yang heroik di situ,” kata Jumsir kepada wartawan, Selasa (4/7/2023).
Enam bulan setelah itu, lanjutnya, di Bulan Juli 2007 baru dilakukan peresmian Kabupaten Butur yang dirangkaikan dengan pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Butur pertama, yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat Butur.
Sehingga waktu itu dari panitia pemekaran Kabupaten Butur juga banyak yang mengusulkan momentum ulang tahun Kabupaten Butur itu diambil di hari peresmian.
Di masa pemerintahan awal Kabupaten Butur pernah dilakukan perayaan ulang tahun di 2 Januari, diambil dari pengundangan.
Sehingga waktu dirembukkgan, antara masyarakat dan pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan momentum-momentum yang tercipta dari proses pembentukan Kabupaten Butur, maka saat itu disepakati HUT Butur berdasarkan peresmian.
“Artinya itu, terlihat dampak, momentumnya juga ada. Terus di pengundangan, tidak ada yang terlihat di situ,” jelas Wakil Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Butur itu.
Itulah yang melatarbelakangi pemerintah daerah dengan masyarakat Butur pada saat itu, khususnya yang tergabung dalam panitia pembentukan Kabupaten Butur, memberikan rekomendasi agar ulang tahun Butur dilaksanakan pada saat peresmian.
“Itulah momentum peresmian itu, karena terlihat tokoh masyarakat hadir, dari pemerintah pusat juga hadir melakukan pelantikan di Kendari pada saat itu. Itulah yang melatarbelakangi sehingga HUT Butur jatuh di 2 Juli,” pungkas mantan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Butur.
Laporan: Aris




















Comment