Tokoh Pemuda Mubar Kecam Demonstrasi IMPMB di Kemendagri

TOPIKSULTRA.COM, MUBAR – Demonstrasi Ikatan Mahasiswa Pemuda Muna Barat (IMPMB) di Kemedagri beberapa waktu yang menyoroti kepemimpinan Pj Bupati Muna Barat (Mubar), Dr Bahri menuai kecaman dari sejumlah masyarakat Mubar.

Tokoh pemuda Kecamatan Barangka, La Munduru mengaku geram dengan aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Jakarta. Dia menilai aksi tersebut cenderung membuat gaduh, ditunggangi pihak tertentu dan tidak berdasar.

“Mereka ini hanya membuat gaduh dan demonstrasinya sama sekali tidak berdasar,” kata La Munduru saat ditemui di kediamannya, Sabtu (7/1/23).

Menurutnya, aksi yang dilakukan itu sangat mencoreng nama mahasiswa apa lagi kalau diperalat oleh oknum-oknum yang hanya mengurusi kepentingannya di Mubar.

“Jangan karna kepentingan orang tertentu mau diperalat, kualitas mahasiswa itu penting untuk dijaga, kalau mau tahu kondisi Mubar saat ini, pulanglah, kita sudah merasa lebih baik dengan kepemimpinan Bahri saat ini,” katanya.

Apa lagi, lanjut dia, terkait langkah Pj Bupati Bahri terjun langsung ke lapangan yang dianggap pencitraan, hal itu menurutnya, sangat subyektif karena semua yang dilakukan Pj Bupati berdasarkan regulasi.

Ketua Lembaga Barisan Aktivis Keadilan Sulawesi Tenggara (Bakin Sultra) itu tidak memungkiri bahwa langkah Pj Bupati Mubar saat ini sudah sangat dirasakan manfaatnya.

Kata dia, awal kehadiran Pj Bupati di Mubar sejak dilantik 5 Mei 2022 tahun lalu, Kabupaten Mubar penuh dengan masalah dan belum tertata dengan baik, mulai dari sistem birokrasi hingga lelang jabatan proyek yang tidak terbuka.

“Namun dengan hadirnya Bahri sebagai Pj Bupati di Mubar menyelesaikan itu dengan baik dan sesuai keinginan masyarakat. Jadi hal itu bukan pencitraan,” tegasnya.

Apa yang menjadi kebijakan Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri itu berhasil menyerap anggaran 96 persen ditahun 2022.

Dikatakan, dari berbagai sumber, serapan anggaran Mubar Tahun 2022 adalah 96 persen, untuk penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik kita terbaik di Sultra. Padahal sebelumnya kita dalam zona merah menurut Ombudsman RI.

“Jadi sudah-sudah mi mereka cari celah kesalahan, selama ini mereka tidak tau Mubar, coba mereka balik dulu, terus liat apa yang dibuat pak Pj Bupati,” imbuhnya dengan dialeg Mubar.

Senada dengan Pemuda Lawa, Reyki Ferdian Nugraha,, mengatakan kalau langka Pj. Bupati Mubar saat ini untuk membangun daerah yang baru mekar 8 tahun lebih itu harus pemimpin yang tepat dan itu ada dijiwa dr. Bahri.

Mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari itu juga sangat menyayangkan ada pernyataan dan kritikan terkait kebijakan Bahri saat ini. Selama ini, kata Rey, perjalanan untuk bangun Mubar yang dilakukan jebolan STPDN 07 itu selalu dirinya ikuti dan melihat ada perubahan pesat sejak memimpin Mubar.

Menurut Rey, kalau ada yang kritik soal kebijakannya, saya sangat sayangkan, mungkin mereka cari panggung saja atau bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan seseorang yang hanya ingin menjatuhkan Bahri.

“Saya kira jelas juga dalam pemberitaan soal kerja-kerja pak Pj selama ini. Jadi dimananya mau pencitraan, semua kebijakannya juga selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, aneh juga mereka ini,” tutup Rey.

Laporan : Muhammad Nur Alim

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment