Honorer Satpol PP Butur, 8 Tahun Bekerja Tidak Pernah Naik Gaji

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Seorang honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buton Utara (Butur), Hastia (48) digaji Rp 500 Ribu perbulan. Sudah 8 tahun bekerja namun tidak pernah ada kenaikan gaji.

Hastia yang memiliki 3 orang anak tinggal di Kelurahan Bangkudu, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra). Hastia bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Butur sejak Tahun 2015 yang lalu. Namun selama bekerja di Satpol PP, gajinya tidak pernah dinaikkan.

Hastia berharap agar gajinya dinaikkan seperti honorer lainnya di kantor tersebut. Keluhannya tersebut, karena ia merasa adanya ketidakadilan. Pasalnya, rekan-rekan seprofesinya yang mulai bekerja sejak Tahun 2015 silam sudah mendapat gaji Rp 700 Ribu, hingga ada yang mendapat honor lebih dari Rp 1 Juta.

“Gaji saya tidak pernah naik dari Tahun 2015,” ucap Hastia kepada Topiksultra.com, Minggu (6/8/2023).

Hastia yang sudah tidak tinggal bersama suaminya ini mengaku, selama bekerja di Satpol PP dan Damkar Butur, ia ditugaskan di pengendalian massa (Dalmas), lalu menjadi Pramu, keamanan Sekda, hingga bertugas di Rujab. Saat ini ia sudah dipindahkan di bagian cleaning service di kantor Satpol PP dan Damkar. Ia bekerja sebagai cleaning service sudah berlangsung 2 Tahun. Namun hingga saat ini gajinya masih tetap Rp 500 Ribu.

“Makanya saya rasa keberatan, orang cleaning service dia naik gajinya, kok saya tidak naik,” imbuhnya.

Di usianya saat ini, Hasti berharap untuk diberikan gaji lebih dari Rp 500 Ribu atas pekerjaan yang ia geluti.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Pol PP dan Damkar Butur, La Niguntu mengatakan, tidak bisa menjelaskan terkait apa yang dialami Hastia. Dia mengaku baru menjabat Plt Kasatpol PP dan Damkar pada akhir 2021.

Namun ia mengatakan, pada Tahun 2022 Hastia tidak masuk kantor selama beberapa bulan karena mengalami sakit.

“Saya tanya Kabidnya bagimana itu dengan kau punya anggota di Dalmas, katanya dia sakit,” ucap La Niguntu, Senin (7/8/2023).

Lanjutnya, saat itu ada posisi cleaning service empat orang, tetapi satu orang tidak memiliki ijazah. Sehingga pertimbangan kemanusiaan, Hastia dimasukkan mengisi posisi cleaning service yang kosong. Karena posisi yang lain di Satpol PP dan Damkar sudah penuh.

Menurut La Niguntu, sebelumnya Hastia sudah pernah dikeluarkan karena tidak pernah lagi masuk kerja. Namun dipanggil kembali untuk bekerja.

“Kita di sini selalu mempertimbangkan kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di 2023 ini tidak ada penambahan tenaga honorer di Saptol PP dan Damkar.

Terkait apakah Hastia akan dinaikkan gajinya, La Niguntu belum bisa memberikan kepastian. Ia beralasan, penerimaan honorer ia belum mengetahui apakah masih berlanjut atau tidak.

“Kan begini, pagunya inikan sudah ada, jadi kalau memang ada yang keluar beberapa orang, di situ bisa ditambahkan. Tapi kalau dinaikkan secara otomatis, tidak ada,” jelas La Niguntu.

Laporan: Aris

Editor

Comment