Mengais Rupiah di HUT Kemerdekaan

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78, penjual bendera merah putih dan umbul-umbul berjejer di tepi jalan.

Salah seorang pedagang, Dedi (53) ikut mengais rupiah dengan berjualan bendera merah putih dan berbagai jenis umbul-umbul di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Namun menurut Dedi, bendera dan umbul-umbul yang ia jual bukan miliknya. Barang jualannya berasal dari Kota Bandung yang dikirim dari bosnya. Dari situ ia akan mendapat penghasilan Rp 5 Juta jika barangnya ludes terjual dari total penjualan senilai Rp 35 Juta.

“Bukan barang sendiri, barang dari Bandung,” kata Dedi yang ditemui di Jalan Kompleks Perkantoran Saraea, Senin (7/8/2023).

Pria yang juga berprofesi menjual kaca mata ini menuturkan, menjual atribut perayaan HUT RI sudah berjalan salam 5 tahun. Setiap tahunnya ia diarahkan untuk menjual di penghujung Bulan Juli atau setiap awal Agustus.

“Setiap menjelang 17 an, langsung ditelepon sama bos menjemput barang di Bau-Bau,” ujarnya.

Bendera yang dijual mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar, harganya bervariasi, dari Rp 35 Ribu, Rp 50 Ribu, Rp 75 Ribu hingga Rp 90 Ribu. Sementara umbul-umbul berupa model gergaji, bandir mini dan bandir jumbo. Harganya dari Rp 35 Ribu, Rp 50 Ribu hingga Rp 75 Ribu.

Meski Dedi sudah berdomisili di Kabupaten Butur sejak Tahun 2009, namun ia mengaku baru pertama kalinya menjual di daerah tersebut pada Jumat 28 Juli 2023. Dedi mengaku sebelumnya pernah menjual barang yang sama di Kabupaten Buton Tengah. Selama dua minggu menjual di Buton Tengah ia berhasil meraup omzet Rp 35 Juta. Dari hasil penjualan Rp 35 Juta, ia mendapat fee Rp 5 Juta dari bosnya.

Selain mengharap keuntungan dari usaha yang dilakukannya, Dedi yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat itu, menjual bendera dan umbul-umbul perayaan HUT RI tersebut juga sebagai bentuk kecintaannya terhadap NKRI.

“Sebagai bentuk kecintaan kepada NKRI,” ujar ayah dari 2 anak itu.

Laporan: Aris

Editor

Comment