Rangkul Rakyat, TNI Bangun Jalan Harapan

Berita, Buton Utara1187 Views
banner 468x60

Oleh: Aris

Sore itu, seorang lelaki menapak jalan setapak. Dia kelihatan kelelahan memikul sedikit hasil kebun.

Langkahnya sangat pelan dan sesekali ia beristirahat di bawah pohon jambu mete. Tarikan nafasnya mulai kedengaran saat ia sudah mendekati rumahnya. Ia mengenakan baju kaos warna merah muda yang sudah mengusam. Di bahu kirinya ada setandan pisang yang dipikul, sembari memegang sabit di tangan kanannya.

Lelaki yang berbadan agak kurusan itu tampak sesekali melap keringat di wajahnya pakai ujung bajunya. Senyum kebahagiaan terpancar di wajahnya ketika keluarganya menyambutnya di depan pintu rumahnya.

Pria itu bernama Feri Hermawan. Ia tinggal di Desa Marga Karya, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara. Seperti warga lainnya, Feri berprofesi sebagai petani. Sudah 31 Tahun ia mulai bertani di Desa Marga Karya.

Feri adalah warga transmigrasi, berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pria yang telah berumur 37 Tahun ini mulai tinggal di Desa Marga Karya sejak 1992.

Selama menjadi petani ladang, Feri mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil tani menuju rumah tempatnya tinggal. Jarak dari rumah menuju kebunnya sejauh 1 Kilo Meter.

Di Desa Marga Karya sendiri sudah ada infrastruktur jalan usaha tani, namun tidak cukup memadai atau sudah dalam kondisi rusak. Untuk mengangkut hasil tani dari kebun terpaksa harus dipikul karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melewati jalan ke kebun yang sudah rusak parah. Hal itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Feri tidak menyangka, di pertengahan Bulan Juli 2023, desa yang warganya sebagian besar berprofesi sebagai petani itu menjadi salah satu lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 117 oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1429/Buton Utara.

Terdapat 2 desa yang menjadi tempat pelaksanaan TMMD Kodim 1429/Buton Utara. Selain Desa Marga Karya, lokasi lain TMMD juga dilaksanakan di Desa Koboruno, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara.

Di Desa Marga Karya, listrik sudah menyala 24 jam. Warganya mayoritas bekerja sebagai petani padi ladang, jagung dan kedelai. Sebagian yang beternak sapi dan kambing.

Desa Marga Karya didiami dari berbagai etnis diantaranya; Buton, Jawa, Bali dan Bugis. Desa Marga Karya yang dihuni 170 jiwa ini bergeliat dengan kehadiran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di desa itu.

Salah satu program pembangunan fisik TMMD di desa tersebut adalah jalan tani. Ada harapan masa depan yang lebih baik bagi warga dengan adanya pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1,7 Kilo Meter di desa itu.

Jalan tani yang dibangun TMMD ini adalah jalan harapan. Harapan yang sudah lama diimpikan warga. Dengan jalan tani itu akan memudahkan warga mengangkut hasil kebunnya.

“Alhamdulillah,” ucap Feri.

Feri Hermawan. Foto: Aris/Topiksultra

Dalam pelaksanaan TMMD ke 117, oleh Kodim 1429/Buton Utara menyasar kegiatan fisik dan non fisik. Pembangunan jalan usaha tani adalah salah satu yang menjadi sasaran dari kegiatan fisik pelaksanaan TMMD di Desa Marga Karya.

Sebelumnya sudah ada pembangunan jalan usaha tani di Desa Marga Karya namun telah rusak parah sehingga susah dilalui kendaraan, baik roda dua mau pun roda empat, apalagi dimusim hujan.

Pada pertengahan Bulan Juli 2023, Satgas TMMD mulai membangun jalan usaha tani di Desa Marga Karya dengan panjang 1,7 kilo meter dengan lebar 5 meter.

Warga Desa Marga Karya bersama dengan TNI bergotong-royong dalam pengerjaan program TMMD ke 117 Kodim 1429/Buton Utara.

Impian warga tak terkecuali Feri akan terwujud dengan adanya jalan usaha tani. Semua ini berkat bantuan yang dilakukan oleh TNI dalam mewujudkan impian warga Desa Marga Karya.

Feri beserta warga lainnya sangat bersyukur atas kehadiran TMMD di Desa Marga Karya. Pembangunan jalan usaha tani yang tengah dikerjakan itu tentunya sangat membantu untuk mobilitas hasil pertanian.

Dengan adanya jalan tani, maka hasil-hasil tani masyarakat bisa dengan mudah diangkut ke rumah.

“Terima kasih TNI, terima kasih Pemda Butur,” ujar Feri, tulus.

Feri mengenang, masa-masa di Desa Marga Karya yang saat itu sangat sulit untuk mengeluarkan hasil tani, karena harus dipikul dengan jarak tempuh kurang lebih 1 sampai 2 kilo meter.

Dengan jarak tempuh yang cukup jauh itu, bagi Feri, ia hanya mampu memikul beban seberat 50 kilo gram dengan berjalan kaki.

Dengan adanya pembanguan jalan tani tersebut, sangat membantu masyarakat. Ia dan warga lainnya sudah bisa mengakut hasil tani pada kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ia berharap Desa Marga Karya selalu mendapat perhatian dari pemerintah. Dengan adanya program-program TMMD yang masuk di Desa Marga Karya. Selaku masyarakat ia hanya bisa mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Buton Utara dan Kodim 1429/Buton Utara.

Feri berterimakasih kepada TNI yang masuk di Desa Marga Karya, meski dengan waktu yang cukup singkat, hanya 1 Bulan tapi bisa banyak memberi manfaat, khususnya pembangunan jalan tani.

Satgas TMMD bersama warga Desa Marga Karya bergotong royong dalam pekerjaan jalan tani. Foto: Aris/Topiksultra

Kepala Desa Marga Karya, Zulkarnain sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Daerah dan Kodim 1429/Buton Utara, sehingga Desa Marga Karya mendapatkan alokasi anggaran pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.700 meter.

Jalan tani tersebut sangat dibutuhkan masyarakatnya. Apalagi masyarakat memang sudah sejak lama mengharapkan pembangunan jalan tani tersebut.

“Harapan itu terkabul Tahun 2023 ini melaui program TMMD ke 117,” ujarnya.

Sebelum masuknya pembangunan jalan tani, masyarakat Desa Marga Karya sangat susah untuk sampai ke kebun dengan berjalan kaki, apalagi dengan menggunakan kendaraan.

Zulkarnain sangat berterimakasih kepada Satuan Tugas TMMD Kodim 1429/Buton Utara dan pemerintah daerah setempat yang telah bekerja sama dengan adanya pelaksanaan TMMD di Desa Marga Karya.

Dengan adanya jalan ini masyarakat sangat terbantu untuk mengeluarkan hasil taninya, yang sebelumnya jalan bertani sangat susah dilewati baik menggunakan kendaraan maupun harus berjalan kaki.

TMMD ke-117 di Buton Utara Resmi ditutup pada Kamis (10/8/2023). Selesainya TMMD di dua desa tersebut ditandai dengan upacara penutupan yang dipimpin Kepala Staf Korem (Kasrem) 143/Haluoleo, Kolonel Inf Singgih Prambudi Arianto, S.I.P, MM di Lapangan Sepak Bola, Desa Marga Karya, Kamis (10/8/2023).

Kasrem 143 Haluoleo, Kolonel Inf Singgih Prambudi Arianto meminta agar hasil program TMMD ke-117 dirawat dan dipelihara dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang lama.

Tujuan dari TMMD untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh.

Hal ini merupakan wujud implementasi dari perintah harian Kasad pada poin ketujuh yang berbunyi tingkatkan sinergitas dengan pemerintah, Polri dan komponen bangsa lainnya dalam rangka menyukseskan program pemerintah.***

Editor

Comment