Seleksi Jabatan Perangkat Desa Bubu Barat, Nilai Tertinggi Tersingkir

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Uji Suyitno, S.H seorang peserta penjaringan dan penyaringan calon Perangkat Desa Bubu Barat, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki nilai tertinggi namun tersingkir. Pesaingnya yang nilainya lebih rendah justru mendapat SK dari kepala desa (Kades) setempat.

Uji Suyitno mengatakan, dalam penjaringan dan penyaringan calon perangkat Desa Bubu Barat yang dilaksanakan pada Juli 2023, dirinya memiliki total nilai 655 dari panitia seleksi. Namun yang mendapat SK sebagai perangkat desa dari Kades adalah pesaingnya bernama Yayang dengan nilai 653.

“Nilai saya yang tertinggi tapi yang diberikan SK yang rendah nilainya,” kata Uji melalui telepon, Jumat (11/8/2023).

Diketahui ada dua kuota jabatan pada penjaringan dan penyaringan calon Perangkat Desa Bubu Barat, yakni Kepala Dusun I, dengan jumlah pelamar 2 orang, yakni Uji Suyitno dan Yayang. Selanjutnya untuk Jabatan Kasi Kesejahteraan dengan jumlah pelamar 1 orang, yakni Isvan Jaya Purwanto.

Menurut Uji, sebelum para peserta mengikuti tes, saat itu ada Camat Kambowa, Amrin yang menyampaikan, setelah selesai seleksi agar nilai para peserta untuk direkap di tempat.

Namun pada hari itu, Camat Kambowa langsung pulang. Kata Uji, sudah tidak ada pengumuman sama sekali dari pihak panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa.

Uji mengaku sudah mengkonfirmasi panitia seleksi calon perangkat Desa Bubu Barat terkait nilainya yang tertinggi dalam seleksi tersebut.

“Panitia juga ucapannya, kami ini kasihan maju kena mundur kena,” kata Uji.

Dalam berita acara hasil penjaringan dan penyaringan tes tertulis, tes komputer dan tes wawancara calon perangkat Desa Bubu Barat Tahun 2023 yang ditandatangani panitia, yang berhasil diperoleh Topiksultra.com, disebutkan nilai Uji Suyitno adalah; tes tertulis mendapat nilai 100, tes komputer/word mendapat nilai 95 dan tes wawancara memperoleh nilai 460. Total nilai menjadi 655.

Sementara Yayang, tes tetulisnya mendapat nilai 98, tes komputer/word mendapat nilai 80 dan tes wawancara memperoleh nilai 475. Total nilai 653.

Sedangkan, Isvan Jaya Purwanto, tes tertulis mendapat nilai 96, tes komputer/word mendapat nilai 95 dan tes wawancara memperoleh nilai 405. Total nilai 596.

Saat dikonfirmasi Topiksultra.com, seorang anggota panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat Desa Bubu Barat, Alang Aziru mengatakan, apa yang telah dilakukan pihak panitia tidak ada yang keliru. Alasannya, karena hasil nilai ketiga peserta seleksi telah diserahkan ke Kades, lalu Kades merekomendasikan ke pihak kecamatan ketiga nama peserta calon perangkat desa.

“Dia (Kades) tidak sebut siapa yang lulus. Dia tetap rekomendasikan ketiga-tiganya di kecamatan,” kata Alang saat dihungi lewat telepon.

Ia mengatakan, di dalam rekomendasi Kades, Kades meminta kepada camat untuk merekomendasikan sesuai format jabatan yang dilamar dengan nilai hasil tes.

“Jadi meskipun dia tidak sebut nama di situ kan ada nilai tes yang tertera serta format jabatannya,” ujarnya.

Lantas Alang menyebut, sebenarnya letak kekeliruan ada pada pihak kecamatan.

“Saya tadi malam dipanggil camat juga ke sana, sempat debat panas juga di rumahnya pak camat,” kata Alang.

Ia mengaku, pihaknya sebagai panitia sudah menyampaikan kepada camat kalau tidak ada kewenangan camat dalam hal ini untuk menentukan siapa yang akan menjadi perangkat.

Alang dan rekan-rekannya di kepanitiaan mengaku sudah membaca Perbup, Perda dan Permendagri, tidak ada kewenangan camat.

“Alasannya camat itu dia rekomendasikan atas nama Yayang itu karena mas Uji Suyitno ini dia tidak berdomisili di Desa Bubu Barat,” sebutnya.

Namun Alang mengatakan, jika data kependudukan Uji Suyitno benar-benar berdomisili di Desa Bubu Barat, tepatnya di Dusun I. Lanjutnya, Uji Suyitno telah membangun rumah di Desa Bubu Barat.

Dikonfirmasi melalui teleponnya, Kades Bubu Barat, Partono mengklaim, proses seleksi yang dilakukan panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa hasilnya sudah diumumkan saat selesainya pelaksanaan tes saat itu juga.

“Kemudian panitia itu menyurat ke kepala desa bahwa proses penjaringan dan penyaringan sudah selesai,” terangnya.

Selanjutnya Kades bermohon kepada camat, bahwa dengan hasil tes itu mohon untuk direkomendasi menjadi perangkat desa. Disebutkan, ada dua kuota jabatan, Kepala Dusun I dan Kasi Kesejahteraan.

Jadi menurutnya, tugas Kades bermohon kepada camat yang mempunyai wewenang siapa yang direkomendasikan camat agar Kades menyiapkan SK.

“Kan tiga-tiganya saya bermohonkan itu untuk Pak Camat ini, jelas Pak Camat ada pertimbangan-pertimbangan mungkin,” ujarnya.

Kata Partono, alasan camat bahwa Uji Suyitno berkaitan dengan unsur kewilayahan, karena kepala dusun harus tinggal di wilayah dusun itu.

“Sesuai Perda nomor berapa itu ada aturannya di situ,” kata Partono.

Ia mengaku, kewenangan Kades hanya mengeluarkan SK setelah direkomendasikan oleh Camat.

“Aturannyakan begitu, ada di Permendagri itu. Aturan tata cara perekrutan perangkat desa itu,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Camat Kambowa, Amrin, S.Pd, M.Si, belum berhasil dihubungi. Beberapa kali dihubungi lewat telepon pada Sabtu (12/8/2023) namun tidak tersambung. Pesan konfirmasi melalui WhtasApp hanya tercentang satu.

Laporan: Aris

Editor

Comment