Bupati Konut Tidak Anti Kritik, Ketua BEM FKIP UHO: Ruksamin Berani Masuk Kampus Berdiskusi

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Muhamad Agung Barlin angkat bicara soal tudingan anti kritik yang dialamat kepada Bupati Konawe Utara (Konut) Dr. Ir. H. Ruksamin itu tidak benar.

Sebagaimana pernyataan beberapa Organisasi Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM SULTRA) terdiri dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra), Lingkar Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (LAM Sultra), Aliansi Masyarakat Pemerhati Korupsi Sulawesi Tenggara (AMPK Sultra), Geraka Aktivis Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (GAAS Sultra) dan Garda Muda Anoa Sulawesi Tenggara (GMA Sultra).

Menurut Muhamad Agung Barlin dalam rilisnya, Minggu (6/8/2023), tudingan yang menyebut Bupati Konawe Utara, Ruksamin belum tuntas belajar kepemimpinan dan anti kritik itu tendensius.

Ditegaskan, tudingan ARM dan FAKSI SULTRA yang dialamatkan kepada Bupati Konawe Utara adalah sebab kebencian belaka. Ruksamin tidak anti kritik apalagi tidak tuntas dalam hal kepemimpinan.

“Saya menjadi saksi bahwa Pak Ruksamin itu tidak anti kritik. Faktanya, Pak Ruksamin sangat dekat dengan aktivis dan senantiasa hadir ketika diundang dalam kegiatan kemahasiswaaan, khususnya di Kampus FKIP UHO,” ujarnya.

Menurut Muhamad Agung, tidak semua pemimpin atau Kepala Daerah berani masuk kampus untuk berdiskusi dengan mahasiswa dan aktivis. Ada yang takut di demo, dikritik dan ada pula yang tidak siap menghadapi sejumlah pertanyaan dari civitas akademika di kampus.

“Selama 4 tahun saya menempuh studi di FKIP UHO, belum pernah ada Kepala Daerah yang hadir untuk berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa FKIP, kecuali Pak Ruksamin. Lantas, dimana anti kritiknya,” ujarnya dengan nada tanya.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment