Nelayan di Muna Temukan Mayat Mengapung, Badan Tinggal Separuh

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, MUNA BARAT– Penemuan mayat di Kabupaten Muna gegerkan warga . Pasalnya, mayat tersebut ditemukan mengapung di muara kali desa Lambiku, Kecamatan Napabalono.

Mayat tersebut pertamakali ditemukan oleh nelayan setempat, LD. Maulana (36) saat hendak mencari kepiting di muara kali desa Lambiku pada kamis, 13 Juli 2023 sekitar jam 15.00 Wita.

Setelah ditemukan, LD. Maulana kembali kedarat di desa Lambiku menyampaikan kepada warga dan langsung melapor ke Polsek Tampo.

Atas laporan warga tersebut, sekitar pukul 17.00 Wita Kapolsek Tampo, Iptu Fajar Hidayat bersama anggota Polsek, Polair pos Tampo dan tim Inafis Polres Muna serta beberapa masyarakat langsung menuju TKP.

“Ada penemuan mayat oleh warga tanpa identitas mengapung di muara,” kata Fajar saat dikonfirmasi. Kamis, 13/7/2023.

Pada saat pertama kali ditemukan mayat, kata Fajar, sudah tidak utuh lagi. Selain itu, mayat juga dalam posisi terapung dengan posisi menghadap kebawah, tangan hanya sebelah yaitu tangan kiri, badan tinggal separuh hanya sampai dibagian dada, usus terburai, pinggang kebawah sudah tidak ada.

“Awalnya itu ditemukan saksi, La Ode Maulana , pada hari Kamis, 13 Juli 2023 sekitar jam 15.00 wita dirinya sementara mencari kepiting,” katanya.

Menurut keterangan saksi, awalnya tiba-tiba melihat sesuatu yang mengapung dan mengira kalau itu merupakan bangkai binatang, namun setelah diadekati dengan jarak sekitar 3 meter saksi memastikan bahwa bangkai yang terapung tersebut merupakan bangkai manusia.

Polsek Tampo kemudian mendatangi TKP, melakukan pemotretan dan mengangkat mayat tersebut naik keperahu, kemudian memasukan kedalam gabus dan membawa kepelabuhan batu Tampo untuk dijemput oleh mobil ambulance.

“Kemudian sekitar jam 18.45 wita, mayat dibawa ke RSUD dr Bahariddin untuk dilakukan Visum Mayat,” jelasanya.

Belum diketahui pasti apa penyebab kematian mayat yang sudah membusuk dan tidak utuh bagian tubuhnya itu.
Namun untuk memastikan itu, rencananya mayat tersebut akan di outopsi.

“Setelah seluruh keluarga melakukan musyawarah dan mendapat kesimpulan bahwa korban harus dilakukan outopsi,” tutup Mantan Kapolsek Watopute.

Laporan : Muhammad Nur Alim

Editor

Comment