Folu Net Sink 2030, Menuju Sultra Zero Emisi

Berita, Kendari1207 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI —- Pemerintah Indonesia telah berkomitmen kepada dunia internasional dalam penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) dengan meratifikasi Paris Agreement melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016.

Hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan global dalam rangka membatasi kenaikan rata-rata suhu global di bawah 20C dari tingkat pre-industrialisasi dan terus berupaya untuk membatasi kenaikan suhu hingga dibawah 1,50C.

Komitmen itu telah dinyatakan dalam dokumen Nationally Determined Contributions (NDCs) yang memuat komitmen target penurunan emisi GRK sebesar 29% (CM1) dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41% (CM2) dengan dukungan internasional pada Tahun 2030 dibandingkan business as usual (BAU).

Untuk mempertegas komitmen tersebut, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.

Tindak lanjutnya, ditetapkanlah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168/MENLHK/PKTL/PLA.1/2022 tanggal 24 Februari 2022 tentang Indonesia’s FOLU Net Sink untuk Pengendalian Perubahan Iklim. Kemudian, disusunlah Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink yang berisi tentang detail rencana operasional aksi mitigasi penurunan emisi GRK.

Agenda FOLU Net Sink Indonesia Tahun 2030 merupakan langkah sistematis yang dibangun dalam upaya penurunan emisi GRK pada sektor kehutanan dan lahan. Agenda ini merupakan program kegiatan pengelolaan hutan dan lahan dalam berbagai aspek yang secara resultante diharapkan akan meningkatkan cadangan karbon atau emisi negative pada Tahun 2030.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, akan melaksanan Sosialisasi Rencana Operasional Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink Provinsi Sulawesi Tenggara hari Rabu tanggal 8 Maret 2023.

Kemudian dilanjutkan dengan Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink Provinsi Sulawesi Tenggara pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2023.

“Sosialisasi itu untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana untuk implementasi aksi mitigasi kepada seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah XXII, Pernando Sinabutar, Kendari (04/03/2023)

Lebih lanjut Pernando menyebutkan bahwa sosialisasi ini sangat penting, sebagai upaya KLHK untuk membumikan, menggaungkan serta menyebarluaskan komitmen Pemerintah Indonesia, dalam penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) melalui Indonesia’s FOLU Net Sink Tahun 2030.

Harapannya, sosialisasi pada tingkat Sub Nasional ini dapat memberikan masukan dari berbagai pihak, yang akan dijadikan bagian dari penyusunan Rencana Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink Tahun 2030 Provinsi Sulawesi Tenggara pada Workshop I, yang diselenggarakan sehari setelahnya.

“Oleh karena itu, dukungan Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, pemangku kebijakan di daerah, akademisi, lembaga mitra KLHK, NGO, masyarakat, media, dan stakeholder lainnya sangat diperlukan, sehingga implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink dapat diwujudkan,” katanya

Laporan : Rahmat Rahim

Editor

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment